Sabtu, 10 September 2011

Yang Abadi, Tetaplah Abadi

Datangnya tak tahu kapan
Kapan lahir
Kapan berkembang
Kapan berkumpul
Kapan..
Kapan..
Entahlah kapan waktu yang tepat

Mulai merusak
Sedikit..
Sedikit..
Sedikit..
Menjadi tak berupa
Tak berbentuk
Terpotong sebagian
Berubah warna
Bahkan ada tak tahu bagaimana aslinya

Apapun bahan yang mendasarinya
Kayu..
Kertas..
Kardus..
Karton tebal..
Plastik sampul..
Tak dipedulikan
Dibuatnya rapuh
Dibuatnya lapuk
Tak segan dibuatnya menjadi butiran-butiran

Hebat..
Kecil tetapi banyak
Kecil tetapi mengacaukan banyak hal
Bahkan bangunan kokoh bisa runtuh
Seiring berjalannya waktu
Seiring banyaknya hal yang mereka makan
Bersama-sama
Tidak individual
Tidak egois


....
Tetapi yang abadi tetaplah abadi
Gambar-gambar itu
Surat-surat itu
Tetap terlihat
Tetap tertata walau ada yang tak berupa
Tetap mampu mengembalikan memori individu ke masanya
Masa kanak-kanak
Masa di bangku sekolah
Masa kerja
Masa pernikahan
Masa saat keturunannya mulai tumbuh
Hingga hari ini
Sampai detik ini
Sekalipun rayap-rayap itu tetap berusaha mengusiknya



Terlambat atau terhambat hadir?

Sunyi..
Bulan tetap bersinar mewakili matahari
Bintang setia di sekelilingnya
Lampu di rumah-rumah mulai redup
Kicauan burung hampir tidak ada

Senyap..
Suara televisi mulai menghilang
Kendaraan pun terhitung nihil
Para pemilik toko menutup gerainya satu persatu
Pekerjanya pulang membawa sekantung senyuman untuk keluarga

Ini bukan kali pertama,
Bukan yang kedua,
Ketiga, dan seterusnya
Selalu seperti ini
Dan mungkin akan tetap seperti ini
Sampai kapanpun

Tetapi agaknya ada yang berbeda,
Mata yang harusnya terpejam
Badan yang harusnya direbahkan
Pikiran yang harusnya tenang
Kali ini sepertinya terlambat hadir, atau terhambat hadir?

Entahlah,
Yang pasti semua itu harus hadir, seiring berjalannya setiap detik
Detik menjadi menit
Menit menjadi jam
Dan seterusnya
Dan sampai akhirnya sang surya kembali menggantikan kerja keras bulan malam ini!!

Selamat malam dan selamat istirahat
untuk siapapun, dimanapun,
termasuk saya dan ''Anda''.. 

Kamis, 08 September 2011

Layar Terkembang, Lambaian Terarah

Layar Terkembang
Bukan sebuah karya lama ciptaan ahli masa lalu
Bukan juga perumpamaan
Bukan sindiran
Bukan pujian
Bukan seseorang
Bukan.. 
Bukan..
Benar-benar bukan apapun

Layar itu adalah nyata
Layar itu sedang terikat pada sebuah tiang kapal besar
Layar itu benar-benar akan berkembang
Berkembang semaksimal perkembangannya
Layar itu akan mengarahkan kemana kapal pergi dan kembali

Layar itu sedang menjadi sorotan
Sorotan matahari mengarahkan sinarnya
Sorotan angin menghembuskan anginnya
Sorotan awan melindungi terik matahari
Sorotan beberapa pasang mata
Sorotan beberapa alat media

Layar itu sedang dinanti
Dinanti perginya
Dinanti kembalinya
Dinanti ceritanya
Cerita oleh seluruh awak kapal

Layar itu indah karna lambaian
Lambaian dedaunan di pohon
Lambaian senyum dan lambaian tangan
Dari setiap kerabat
Dari banyak orang yang tidak dikenal
Dari para pencari media

Lambaian itu sambutan
Karena setiap yang pergi akan kembali
Lambaian juga akan kembali menyambut kedatangannya

Dan saatnya tiba,
Layar pun terkembang, lambaian terarah.